Orang tua biasanya akan melakukan segala cara untuk mendapatkan yang di inginkan anak, dan ketika ia mendengar kata tidak maka ia akan mengamuk, marah, merengek, menendang, dan sebagainya. Lalu bagaimana jika anak sudah memiliki sifat manja?

Konsisten dengan apa yang Ayah Bunda katakan
Salah satu hal yang sering menyebabkan sifat manja muncul adalah Ayah Bunda tidak konsisten dengan apa yang telah Ayah Bunda katakan pada si anak. Ketika anak meminta sesuatu yang mereka inginkan dan kemudian Ayah Bunda mengatakan tidak bisa memenuhinya, maka anak tersebut kemungkinan besar akan merengek atau menangis karena tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ayah Bunda yang melihat dan mendengar anak menangis, menjadi tidak tega, kemudian segera memberikan apa yang mereka mau. Dari hal tersebut, anak mempelajari bahwa akan mendapatkan apa yang dia inginkan jika dia merengek atau menangis. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin anak Ayah Bunda akan merengek lebih kencang jika permintaan-permintaan dia selanjutnya tidak dituruti. Jika Ayah Bunda memang mengatakan “tidak” di awal, maka pertahankan kata tidak tersebut hingga akhir, walaupun harus melihat anak Ayah Bunda merengek dan menangis. Hal tersebut adalah salah satu ujian untuk Ayah Bunda apakah dapat konsisten terhadap apa yang telah dikatakan. Bila anak menangis, maka biarkan saja atau bicara baik-baik kepada si anak alasan mengapa Ayah Bunda tidak bisa memenuhi permintaannya.

Memberikan penjelasan yang mudah dimengerti anak
Ketika anak meminta sesuatu dan Ayah Bunda tidak dapat atau tidak ingin memenuhinya, maka berikanlah mereka penjelasan mengapa mereka tidak bisa mendapatkannya. Anak-anak berhak marah, sedih, dan kecewa jika keinginannya tidak dapat dipenuhi, namun dengan memberikan penjelasan secara gamblang kepada anak, akan membantu anak mengerti tentang keadaan yang terjadi. Maka setelah itu, ia akan lebih mudah untuk mengatasi rasa sedihnya dan dapat mengerti kapan ia harus meminta hal tersebut kembali.

Memberikan pujian
Ketika anak melakukan kebaikan, tidak ada salahnya untuk memujinya, walaupun hal yang dia lakukan merupakan hal yang kecil. Dengan terus memujinya, Anak akan termotivasi untuk melakukan kebaikan lainnya. Atau Ayah Bunda juga dapat memberikan ciuman dan pelukan ketika mereka berbuat baik. Mereka tidak hanya termotivasi untuk melakukan perbuatan baik lainnya, namun juga merasakan kasih sayang Ayah Bunda pada mereka.

Libatkan anak dalam berbagai kegiatan sosial
Dengan melibatkan anak dalam kegiatan sosial, anak akan belajar untuk berbagi, berkomunikasi, serta mengontrol egonya. Selain itu, Ayah Bunda dapat memberi tahu dan menjelaskan berbagai pelajaran hidup dan nilai moral yang ada di dalam kelompok sosial tersebut, tentunya dengan bahasa yang mudah dimengerti. Contohnya, Ayah Bunda dapat menjelaskan tentang arti bersyukur, dan sebagainya.

Memberikan hukuman
Memberikan hukuman tidak selalu buruk bagi anak. Pemberian hukuman yang tepat pada anak akan membuat anak belajar untuk tidak mengulangi hal yang buruk kembali. Contohnya, Ayah Bunda dapat menyita barang atau mainan kesukaannya ketika Anak tersebut tidak merapikan kamar atau tempat tidurnya.

Menunjukkan dan menjelaskan perilaku yang baik dan buruk pada anak
Memberi tahu perilaku baik yang harus dilakukan anak mungkin sudah biasa Ayah Bunda lakukan, namun Ayah Bunda juga harus menjelaskan setiap melihat kebiasaan buruk atau perilaku buruk yang terjadi di sekitar anak Ayah Bunda. Misalnya, ketika Ayah Bunda pergi ke suatu tempat dan melihat ada anak lain yang merengek atau mengamuk karena sesuatu hal, katakan pada anak Ayah Bunda bahwa hal tersebut merupakan hal buruk dan jelaskan akibat yang akan terjadi jika melakukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *