Memberikan Vaksin pada anak daya tahan tubuh menjadi faktor terpenting, Vaksin melindungi tubuh dari penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Meski begitu, hingga saat ini masih ada orang tua yang enggan memberikan vaksin kepada anaknya dengan alasan tertentu.

Menurut Kepala Puslitbang Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, mengungkapkan sebelum pemberian vaksin ada beberapa hal yang lebih dulu harus disadari orang tua. Kesadaran ini menurutnya akan membantu orang tua menyukseskan pemberian vaksin.

Orang tua pertama tama harus menyadari vaksin diberikan untuk menolong anak dari terjadinya penyakit. Selama ini beredar mitos yang menyebutkan vaksin membuat anak cacat atau menderita penyakit tertentu. Buang jauh-jauh ketakutan tersebut, karena nyatanya secara ilmiah menurut Tjandra itu tidak terbukti.

Kedua, selepas pemberian vaksin lewat imunisasi anak mungkin memang mengalami keluhan seperti demam. Namun harus disadari, demam setelah imunisasi bentuk respon alamiah tubuh terhadap benda yang masuk. Ini menujukkan vaksin sedang bekerja.

“Keluhan itu akan segera hilang dengan dikompres dan sebagainya dan setelah itu anak kita akan mendapatkan daya tahan tubuh yang kuat,” kata Tjandra kepada ROL.

Dan yang terakhir yang diungkapkannya adalah pemberian vaksin harus sesuai dengan jadwal yang ditantukan. Ini berguna agar vaksin bekerja dengan optimal. Beberapa vaksin diberikan sesuai jangka waktu dan dengan jumlah yang ditentukan.

“Kalau misalnya harus diberikan tiga kali maka berikanlah tiga kali. Kalau jaraknya sebulan sekali maka harus diberikan sebulan sekali supaya mutu perlindungan vaksinnya maksimal,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *