Banyak orangtua termasuk Mama sering bertanya-tanya apakah si Kecil yang sudah memasuki daycare bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Pertanyaan lain juga muncul seperti apakah si Kecil termasuk anak yang lambat belajar?

Pertanyaan ini sering menghantui Mama tetapi Mama terlalu malu untuk menanyakannya. Ma, tak perlu merasa malu atau sedih jika si Kecil tidak belajar secepat yang Mama harapkan. Sama halnya dengan anak seusianya, saat pertumbuhan dan berkembangannya ia mengalaminya dengan caranya sendiri, begitu pun secara akademis si Kecil juga akan mengalami perkembangan sendiri.

Nggak usah khawatir Ma, dengan melakukan 6 cara di bawah ini Mama bisa memupuk dan mengembangkan kemampuan intelektualnya.

Si Kecil memiliki memori yang buruk
Umumnya, si Kecil yang kesulitan untuk mempertahankan fokus biasanya juga harus berjuang keras menyimpan informasi baru yang ia dapatkan termasuk materi pelajaran di sekolah. Kondisi ini terjadi biasanya karena si Kecil diliputi sederet hal-hal yang harus ia ingat, baik persoalan di rumah maupun di sekolah. Untuk membantu si Kecil agar lebih fokus, Mama bisa melakukan pengulangan atau repetisi saat memberikan instruksi atau hal-hal lainnya.

Agar sukses membantu si Kecil, tentu Mama harus konsisten dalam melakukannya.
Misalnya, Mama bisa mencoba memvisualisasikan apa yang dipelajari si Kecil di sekolah dan minta ia untuk mengulang pelajaran lagi kepada Mama. Jika anak mama baru saja belajar menggambar bentuk di sekolah, untuk membantu ia fokus, Mama bisa cocokkan gambar dengan benda-benda yang ada di sekitarnya.

Si Kecil tidak bisa mengikuti instruktur sederhana
Jika anak mama sering kesulitan mehamani petunjuk sederhana, instruksi yang seharusnya mudah bagi anak-anak seusianya dapat menjadi tantangan bagi si Kecil yang lambat belajar, Ma. Hal itu disebabkan karena si Kecil kesulitan melakukan tugas yang di luar kebiasaannya, Ma.

Jika si Kecil lambat belajar karena hal ini, Mama bisa membantunya dengan cara berikan instruksi yang singkat dan spesifik. Selain itu, pastikan Mama hanya memberi satu perintah saja dalam satu waktu ya. Berikan si Kecil waktu untuk memproses petunjuk yang Mama berikan.

Si Kecil sulit membaca dan menulis
Bila si Kecil mengalami kesulitan untuk belajar membaca dan menulis, berarti Si Kecil termasuk lambat dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Ini merupakan salah satu tanda yang jelas bahwa si Kecil membutuhkan bantuan Mama.

Tak perlu khawatir dan sedih Ma, hal itu bukan berarti akhir dari hidup si Kecil dan ia akan terus ketinggalan sepanjang hidupnya. Lalu bagaimana Mama bisa membantu si Kecil? Mama bisa memupuk minat baca anak dengan memberikan buku-buku yang menarik.

Mama juga harus meluangkan waktu untuk membaca bersamanya. Cara ini juga ampuh untuk meningkatkan bonding antara orangtua dengan anak. Sedangkan untuk belajar menulis, Mama bisa membantu si Kecil dengan melakukannya sambil bermain teka-teki silang atau permainan kata yang sesuai dengan usia si Kecil.

Bagi anak sesusianya, huruf dan angka tentu sudah terlihat berbeda. Namun, bagi beberapa anak yang lambat belajar, angka dan huruf memiliki bentuk serupa. Si Kecil yang lambat merasa bahwa merangkai huruf-huruf menjadi sebuah kata bisa menjadi tantangan besar, begitu pula ketika harus mengejanya.

Untuk membantu si Kecil, Mama bisa melakukan dengan cara menyenangkan, misalnya dengan menggunakan kartu flash bergambar yang dapat membantu anak mengidentifikasi huruf dan angka. Jadi, jika si Kecil belum bisa membaca dengan baik, bukan berarti ia tidak mengerti cara belajar secara visual kan, Ma.

Anak tidak teratur
Si Kecil yang lambat belajar cenderung kesulitan menjaga barang serta jadwalnya untuk tetap teratur. Jadi nggak heran, ia sering membuat kekacauan atau meninggalkan mainannya berserakan.

Ma, yang perlu Mama ketahui, tak hanya menjadi tanda bahwa ia lambat dalam menyerap pelajaran, anak yang tidak teratur bisa memiliki efek negatif bagi hidupnya kelak. Untuk membantu si Kecil menjadi lebih teratur, Mama harus memberikan rutinitas harian yang konsisten.

Mama bisa mencoba dengan sistem kode warna untuk mengatur barang-barangnya. Agar lebih rapi, Mama bisa menandai rak dan laci si Kecil di rumah dengan jelas agar ia bersemangat menjaga kerapian barang-barangnya.

Si Kecil memiliki rentan perhatian yang pendek
Si Kecil yang tertinggal secara akademis mungkin mengalami kesulitan fokus pada informasi atau instruksi baru yang diberikan oleh guru.

Perhatiannya juga dapat dengan mudah teralihkan, Ma. Mama maupun guru mungkin juga merasakan kesulitan saat mengajar si Kecil. Untuk membantu si Kecil memiliki rentan fokus lebih lama, Mama harus bersabar! Cobalah untuk berbicara dengan si Kecil pada saat ia sedang santai sehingga tak menimbulkan kecemasan.

Sebaiknya, Mama juga memberikan kesempatan pada si Kecil untuk aktif bermain. Umumnya, si Kecil yang kesulitan fokus hanya perlu berlari-lari sebelum ia mau mendengarkan pelajaran. Selain itu dengan memecah pelajaran menjadi bagian-bagian kecil akan membantu si Kecil untuk tetap fokus, Ma.

Misalnya, jika Mama ingin mengajari si Kecil untuk berpakaian sendiri, mengapa Mama tidak memulainya dengan mengancingkan pakaian. Hanya karena si Kecil lambat belajar pada satu aspek, bukan berarti ia tidak terampil atau berbakat pada hal lainnya, Ma.

Misalnya, ia kesulitan dalam matematika tetapi ia justru mahir dalam seni musik. Si Kecil dapat belajar dengan baik jika harga diri mereka dipupuk dan ditingkatkan sejak dalam lingkungan keluarga.

Sebaiknya, Mama mencoba menggali bakat dan potensi si Kecil agar ia berkembang dengan kekuatannya sendiri. Namun, yang paling penting adalah dukungan Mama agar si Kecil selalu merasa aman karena mengetahui bahwa Mama tetap mencintainya apapun kondisi yang ia alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *