Anak anak di bawah lima tahun selalu dianggap menggemaskan oleh orangtua, prilakunya kerap membuat orang tua makin menggemaskan. Namun, hati hati, tidak semua kebiasaan anak yang mungkin Anda anggap lucu itu baik untuk perkembangan kemampuan sosialnya.

Prilaku yang wajib diamati adalah memotong pembicaraan hanya karena ada satu hal yang ingin mereka tanyakan atau sampaikan. Anda merasa bahwa hal itu tidak aneh. Biasa saja.

Normal. Tidak ada yang penting untuk dikhawatirkan. Namun, jika si kecil terlalu sering menginterupsi pembicaraan orangtua, baik yang terarah padanya atau orang lain, maka Anda harus segera mengambil sikap.

“Anak yang selalu memotong pembicaraan akan terbiasa dan merasa berhak untuk selalu memperoleh perhatian. Kelak, anak bisa jadi kurang mampu mengatur emosi dan mengatasi frustrasi saat orang lain mengacuhkannya,” jelas Jerry Wyckoff, PhD., rekan penulis buku Getting Your Child from No to Yes.

Wyckoff menganjurkan orangtua untuk mengajak anak berkomunikasi dan menjelaskan bahwa kebiasaannya itu tidak baik. Selain itu, contohkan pada mereka ketika dia kesal saat orang lain memotong obrolannya.

Kemudian, jika Anda hendak bermain ke rumah teman atau saudara, pastikan anak sudah memahami untuk tidak mencari perhatian dengan mengganggu percapakan antara orang dewasa.

Anda bisa membawa mainan favorit atau buku kesukaannya. Tujuannya supaya konsentrasi dan perhatian anak tidak terarah pada percakapan orangtua.

Sumber photo : lifestyle.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *