Jika menemui prilaku anak seperti tindakan agresif misalnya meninju teman atau mendorong saudaranya, anak harus Anda perhatikan dan langsung intervensi. Jika tidak kata Michele Borba, seorang penasihat orang tua, perilaku kasar dapat menjadi kebiasaan buruk.

Sebagian orang tua dan orang tingkah laku balita memang menggemaskan. Seiring usia, tingkah lucu anak ada yang mulai terasa tidak sopan, namun orang tua cenderung mengabaikannya.

Apabila perilaku buruk dibiarkan, kebiasaan tersebut bisa melekat hingga mereka lebih besar dan sulit diubah. Seperti diberitakan Parents, ada enam perilaku buruk anak yang tidak boleh diabaikan harus dihentikan orang tua:

Mengganggu ketika Anda berbicara atau menelepon
Anak bersemangat menceritakan sesuatu atau bertanya saat Anda menelepon atau berbicara dengan orang. Membiarkan perilaku ini tidak mengajari anak untuk menghormati orang lain, atau menunggu dan menyibukkan diri saat orang tua sibuk.

“Anak akan berpikir dia berhak atas perhatian orang lain dan tidak bisa menolerir frustrasi,” kata psikolog Jerry Wyckoff.

Cara menghentikannya: Saat menelepon atau mengunjungi teman, beritahu anak dia perlu diam dan tidak mengganggu. Ajak anak bermain atau melakukan kegiatan tertentu saat Anda berbicara.

Saat ia menarik lengan Anda ketika sedang berbicara atau menelepon, arahkan anak ke kursi atau tangga. Katakan agar anak duduk tenang hingga Anda selesai. Setelah itu, katakan pada anak ia tidak akan mendapat keinginannya jika menyela.

Bermain terlalu kasar
Tindakan agresif seperti meninju teman atau mendorong saudaranya harus segera diintervensi. “Jika tidak, perilaku kasar dapat menjadi kebiasaan buruk. Ini juga membuat anak merasa menyakiti orang lain diperbolehkan,” kata penasihat orang tua Michele Borba dan penulis “Don’t Give Me That Attitude!: 24 Rude, Selfish, Insensitive Things Kids Do and How to Stop Them.”

Cara menghentikan: Hadapi perilaku agresif anak di tempat. Tarik anak ke samping dan katakan tindakannya menyakiti orang lain. Tanyakan pada anak bagaimana perasaannya saat kejadian tersebut menimpanya.

Biarkan anak tahu tindakan apapun untuk menyakiti orang lain tidak diizinkan. Ingatkan anak bahwa jika ia marah atau ingin dapat giliran dia dapat mengatakannya, bukan dengan memukul atau mendorong.

Berpura-pura tidak mendengar
Jangan membiarkan jika Anda memberitahu anak berkali-kali untuk melakukan hal yang tidak ingin dia lakukan. Misal, Anda meminta anak membenahi mainannya, namun ia pura-pura tidak mendengar.

Ini mengirim pesan bahwa mengabaikan orang lain diperbolehkan. “Terus ingatkan anak saat Anda mengatakan sesuatu padanya,” kata psikolog Kevin Leman, penulis “First-Time Mom: Getting Off on the Right Foot — From Birth to First Grade.” Jika mengabaikan sikapnya itu, anak akan tumbuh menjadi penentang dan pengontrol.

Cara menghentikannya: Alih-alih berbicara dari seberang ruangan, hampiri anak dan katakan apa yang harus dia lakukan. Minta anak menatap Anda saat berbicara dan menjawab panggilan dengan “Iya, Bu”. Minta anak mematikan televisi sambil menyentuh bahunya dan menyebut namanya akan membantu menarik perhatian si kecil.

Melakukan hal tertentu tanpa izin
Balita dua tahun yang mengambil makanan sendiri atau memutar video sendiri mungkin terlihat lucu. Tapi membiarkan anak mengendalikan kegiatan yang harus Anda atur tidak mengajari anak bahwa ia harus mengikuti aturan.

Cara menghentikannya: Tetapkan peraturan dalam rumah, dan bicarakan dengan anak. Contoh, anak harus bertanya pada orang tua sebelum makan permen karena ada aturannya. Begitu juga menonton televisi. Menegaskan aturan akan membantu anak memahami dan mematuhinya.

Bersikap tidak sopan
Sikap sombong, lancang dan tidak sopan yang dilakukan anak usia prasekolah mungkin meniru anak yang lebih besar. Jangan mengabaikannya karena hal tersebut dapat berkembang hingga anak besar.

Cara menghentikannya: Buat anak menyadari perilaku tidak sopannya. Katakan pada anak jika anak memutar bola mata berarti anak tidak suka dengan yang Anda katakan. Tunjukkan pada anak bagaimana ia terlihat dan terdengar oleh orang lain.

Jika perilaku ini berlanjut, tolak interaksi dengannya. Anda bisa mengatakan, “Ibu tidak mendengar jika kau bicara seperti itu. Jika sudah siap berbicara sopan, ibu akan mendengarkan.”

Tidak jujur atau membesar-besarkan sesuatu
Jangan abaikan saat anak mengakui telah merapikan kasurnya tetapi kenyataanya hanya menarik selimut, atau memberitahu temannya ia pernah berkunjung ke tempat yang belum pernah dia kunjungi.

“Anak akan berbohong jika tahu hal itu membuat dirinya terlihat lebih baik, menghindari sesuatu yang tidak ingin dia lakukan, atau mencegah masalah akibat perbuatannya,” kata Wyckoff.

Cara menghentikannya: Saat anak bohong, duduklah dan luruskan. Katakan pada anak, “Memang menyenangkan pergi ke Disney, tapi kau tak perlu berbohong pernah ke sana padahal belum pernah.” Biarkan anak tahu orang tidak akan percaya pada perkatannya jika dia tidak jujur.

Sumber photo : review.bukalapak.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *