Sebagian orang tua mungkin termasuk kamu menjadi frustasi karena tingkah laku anak yang sangat menggemaskan, misalnya selalu merengek dan menangis dalam meminta sesuatu.

Di usia anak-anak memang dipenuhi dengan sejumlah perilaku yang sering membuatmu dan orang sekitarnya kesal. Tidak jarang para ibu, Meskipun kadang membuat kesal, perlu diketahui perilaku yang menyebalkan ini menjadi proses penting dan alamiah dalam tumbuh kembang anak.

Anak sering tantrum atau marah sambal menjerit dan menangis
Anak-anak menang sering tantrum atau marah-marah sambal menjerit dan menangis yang tentu saja terdengar sangat menyebalkan. Tetapi kamu tidak perlu khawatir, justru tantrum merupakan bagian penting dalam perkembangan di kecil.

Di balik tantrum yang menyebalkan tersebut, ternyata anak sedang belajar tentang mekanisme pertahanan diri serta cara menangani emosi dengan baik dan sehat. Oleh karena itu, saat anak mengalami tantrum, kamu wajib menghadapi dengan kalem dan juga memberikan nasehat yang bijak kepada anak bagaimana bersikap yang baik dan menyalurkan amarah dengan benar.

Merengek saat meminta sesuatu
Anak memang seringkali meminta sesuatu disertai dengan merengek. Tentu saja merengkek juga kadang kala membuat sebal. Tetapi jangan khawatir, merengek merupakan bagian penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak.

Merengek menjadi proses bagi anak dalam mengenali dan menyampaikan rasa frustasi, emosi, dan amarahnya. Saat si kecil merengek meminta sesuatu, tentu jangan langsung memenuhi kemauannya. Lebih baik membantu anak mengenali perasaan dengan langsung bertanya pada si kecil kenapa ia merengek.

Menolak dengan menjawab tidak
Seringkali para ibu menjumpai anak menjawab “tidak” saat diminta memakai baju, makan dengan teratur, diminta tidur, dan sebagainya. Tetapi tidak perlu marah dan kesal, pasalnya si kecil biasanya menjawab “tidak” bukan berarti tidak melakukannya tetapi ia sengaja untuk membuat candaan.

Nah, oleh karena itu jangan langsung marah dan menegur saat anak menjawab “tidak”. Perlu diketahui bahwa menjawab “tidak” menjadi tanda jika anak sedang dalam tahap menemukan identitas diri dan jawaban tersebut menegaskan akan kemandirian konsep diri.

Sumber photo : review.bukalapak.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *