Saat anak terlahir, secara instink ia membutuhkan air susu ibu untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Air susu ibu mengandung unsur-unsur kimia yang dibutuhkan oleh tubuh baik dalam pertumbuhannya dari hari ke hari. Kalau kebutuhan ini tak terpenuhi, maka bayi akan secara spontan menangis sebagai reaksi atas rasa haus dan lapar yang belum terpenuhi.

Anak akan menunjukkan kegembiraan, misalnya dengan senyum apabila kebutuhannya telah terpenuhi. Dengan demikian dalam kehidupan awal seorang anak, ada tiga kebutuhan pokok yang memerlukan perhatian, yaitu kebutuhan jasmaniah, sosial, dan psikologis. Ketiga kebutuhan itu sangat berperan dalam menciptakan kondisi kebahagiaan pada masa awal kanak-kanak.

1) Kebutuhan Jasmani
Kebutuhan jasmani atau sering disebut juga kebutuhan biologis meliputi kebutuhan untuk makan, minum, dan pakaian. Pemenuhan atas kebutuhan ini merupakan tugas dan tanggung jawab orangtua dan pengasuh. orangtua adalah pengasuh utama dan pengasuh hanya membantu orangtua. Keduanya harus senada dalam memperhatikan kebutuhan makanan, minuman, dan pakaian yang cocok untuk anak yang sesuai dengan situasi dan kondisi.
Selanjutnya orangtua dan pengasuh harus memperhatikan makanan dan minuman tertentu yang menjadi kesukaan anak, dengan memperhatikan faktor gizi dan kebersihan. Begitu juga makanan tertentu yang dapat mengganggu kesehatan anak harus dihindari. Makanan yang bergizi dengan tingkat kebersihan yang terjamin akan mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap-tahap perkembangan tertentu. Selain itu, untuk memelihara kesehatan anak, orangtua harus mengetahui jenis-jenis makanan yang mengandung gizi yang sesuai dengan tingkat kebutuhan anak.

Sebaliknya orangtua dan pengasuh yang tidak atau kurang memperhatikan kebutuhan gizi anak dapat menyebabkan anak akan mengalami gangguan dalam perkembangan fisik karena sering sakit-sakitan dan tidak dapat melakukan aktivitas seperti anak yang sehat pada umumnya. Dalam upaya memelihara kesehatan anak yang optimal, juga sangat dibutuhkan lingkungan tempat tinggal dengan air dan sanitasi memadai serta udara yang segar untuk dihirupnya setiap hari.
Selain itu, anak juga memerlukan tempat dan kesempatan untuk bermain dan beristirahat. Antara bermain dan beristirahat harus ada keseimbangan sehingga melalui bermain anak dapat bergerak. Di samping kegiatan bermain, anak juga memerlukan kegiatan istirahat. Yang dimaksud dengan beristirahat adalah anak berhenti dari segala aktivitasnya seperti tidur. Dengan istirahat anak dapat memulihkan tenaga yang terpakai pada waktu bermain.

2) Kebutuhan Sosial
Setiap orang mempunyai kebutuhan mendapatkan penghargaan dari orang lain seperti pengakuan terhadap sesuatu yang telah dilakukannya. Dengan penghargaan seperti ini ia akan merasa berguna karena mampu memberikan sesuatu atau dapat berperan untuk membantu orang lain.

Begitu pula dengan anak-anak, mereka merasa senang apabila melakukan sesuatu dan mendapat penghargaan dari guru, orangtua, dan atau dari orang dewasa yang lain. Dengan demikian, anak yang melakukan sesuatu yang baik patut mendapatkan penghargaan. Penghargaan yang berulang-ulang akan menumbuhkan kepercayaan pada diri anak. Selain itu, anak juga membutuhkan kasih sayang dari orangtua dan orang dewasa yang lain.

Dengan diberikannya kasih sayang yang tulus, anak akan, merasa bahagia dan gembira sehingga anak bebas dari ketegangan-ketegangan. Kasih sayang yang diberikan orangtua atau orang dewasa yang lain dapat berbentuk kata-kata, sikap dan perbuatan seperti memberi senyum atau membelai. Selanjutnya antara penghargaan, kasih sayang dan persahabatan merupakan hal yang saling berhubungan satu dengan lain.

Anak-anak membutuhkan suatu persahabatan yaitu yang antara anak dengan orangtua atau orang dewasa yang lain atau dengan remaja atau dengan teman sebaya. Namun yang paling menonjol di sini adalah hubungan antara teman sebaya karena mereka bisa saling berkomunikasi tentang kebutuhan dan keinginan mereka. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tugas orang dewasa adalah membantu anak agar dapat bergaul dengan teman sebayanya.

3) Kebutuhan Psikologis
Anak akan merasa aman apabila merasa bahwa orang dewasa telah menerimanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Sebaliknya, anak akan merasa terganggu apabila mendapat perlakuan yang kurang tepat dari orang tua seperti kurang peduli, kurang memberi perhatian yang wajar, acuh tak acuh, membiarkan anak atau terlalu memanjakan anak.

Kondisi dan pola pengasuhan seperti ini akan menimbulkan efek perkembangan psikologis yang merugikan anak, seperti timbul perasaan cemas, malu, tidak percaya diri, menjauhkan diri dari teman-teman atau sebaliknya anak akan bersifat agresif. Selain itu, masa kanak-kanak merupakan masa munculnya rasa ingin tahu (sense of curiosity) yang tinggi, terutama pada usia 3 – 4 tahun.

Keadaan ini disebut Montessori (1983) sebagai masa peka. Anak akan bertanya tentang apa saja yang ada di lingkungannya, apalagi kalau obyek itu masih baru dan belum diketahui sebelumnya. Para ahli psikologi anak berpendapat bahwa pada usia ini anak menganggap dirinya sebagai pusat segala-galanya.

Karenanya masa ini juga sering disebut sebagai mas egosentrisme. Meski demikian, otoritas anak pada masa ini sangat penting bagi proses perkembangan intelektual. Anak merasa tidak mendapatkan kepuasan apabila orang tua dan lingkungannya tidak bisa memenuhi kebutuhan rasa ingin tahunya. Untuk itu orangtua atau orang dewasa yang lain hendaknya dengan senang hati dan tidak bosan dapat menjawab dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *