Setiap orang memiliki kesabaran yang berbeda beda, Namun, kalau kesabaran anak cepat habis, Orang tua perlu strategi khusus untuk mengajari anak pentingnya bersabar.

Untuk melatih kesabaran anak, ingatlah bahwa kesabaran Orang tua juga ikut diasah. Jadi, sudah siap menjadi teladan anak dalam melatih kesabaran? Ikuti tips-tips di bawah ini, ya.

Ajari anak mengendalikan diri
Anak yang kehilangan kesabaran mungkin akan mengamuk, menangis, atau mengambek. Namun, jangan langsung mengalah dan mengabulkan keinginan anak supaya ia tak marah lagi. Justru bekali si kecil dengan kemampuan mengendalikan diri.

Ingatkan bahwa ia bosan dan tak sabar, tapi ada cara lain untuk meluapkan emosinya. Tegaskan juga bahwa rengekan atau amukannya tak mungkin bisa mengubah keadaan. Pasalnya, memang ada hal-hal di dunia ini yang tak bisa berjalan persis seperti kehendaknya.

Dengarkan keluhan anak
Anak mungkin jadi tak sabar karena merasa dirinya tidak diindahkan atau dikesampingkan oleh Orang tua. Jadi, selalu tanyakan perasaan si kecil dan dengarkan keluhannya. Misalnya saat ia harus menemani kita (orangtua) mengantri di bank.

Ia mungkin tak sabar karena takut ketinggalan satu episode acara televisi favoritnya. Ia pun berpikir bahwa kita lebih mementingkan urusan kita daripada dirinya. Jelaskan bahwa hal itu tidak benar. Kemudian, beri pengertian mengapa harus mengantri, bahkan kalau itu berarti anak akan ketinggalan acara televisinya.

Usulkan kegiatan lain sembari menunggu
Rasa bosan adalah musuh dari kesabaran. Maka, kalau anak sudah mulai gelisah saat terjebak macet di mobil, usulkan kegiatan lain yang bisa mengalihkan pikirannya. Ajak anak untuk main ABC lima dasar atau ceritakan kisah-kisah menarik zaman Kita kecil dulu.

Sengaja minta anak untuk bersabar
Kesabaran itu dilatih, bukan datang begitu saja. Untuk itu, bila anak minta dibelikan handphone baru padahal tak mendesak, minta anak untuk menunggu. Kita bisa membelikannya di hari spesial seperti ulang tahun atau kenaikan kelas. Anak pun akan belajar bahwa ia toh bisa-bisa saja menunggu dalam waktu tertentu dan hidupnya baik-baik saja selama itu.

Main game dan beraktivitas
Berbagai jenis game dan aktivitas memang dirancang untuk melatih kesabaran anak. Jadi, perkenalkan anak dengan puzzle, lego, atau catur. Mainan-mainan tersebut bisa membuat anak lebih tenang, teliti, dan sabar. Kita juga bisa mengajak anak bercocok tanam. Merawat tanaman sampai tumbuh subur adalah cara ampuh mengajari anak pentingnya bersabar.

Bermodalkan kesabaran, anak pun jadi lebih siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya kelak.

Sumber Artikel dan Photo : parenting.orami.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *