Anak-anak cenderung memiliki ingatan yang kuat dan kerap meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya hal ini terjadi saat masa pertumbuhan. Jadi, orang tua harus ekstra hati-hati dalam merawat dan mendidik anak-anaknya. Jangan sampai hal buruk yang kita lakukan membekas dalam ingatan anak dan membuatnya tumbuh sebagai pribadi negatif. Inilah 5 hal yang biasa diingat oleh anak-anak tentang orang tuanya.

  1. Momen saat Anda membuatnya merasa aman atau sebaliknya
    Setiap anak memerlukan perlindungan dan perhatian dari orang tuanya. Namun, terkadang malah orang tualah yang justru membuat mereka terluka. Yah, anak akan mengingat saat-saat Anda membuatnya merasa aman, contohnya saat Anda memeluknya usai sang anak bermimpi buruk. Namun mereka juga akan mengingay bila kita sendiri yang membuat anak kita merasa takut. Wajar memang jika kita terkadang marah pada anak. Namun, jangan sampai amarah Anda membuat sang anak merasa tak nyaman saat berada di dekat Anda. Kita harus bisa membuat anak merasa aman dan nyaman kapanpun bersama kita.
  2. Saat Anda memberi mereka perhatian penuh
    Anak-anak mengukur cinta orangtua terutama dari perhatian terhadap mereka. Saat Anda menghentikan pekerjaan demi bermain bersama anak, mereka akan selalu mengingat hal itu. Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal kecil dengan anak-anak Anda. Bagaimanapun juga, momen bersama mereka akan menjadi hal mahal yang tak akan bisa Anda beli dengan uang.
  3. Cara Anda berinteraksi dengan pasangan Anda
    Anak-anak kita menggambarkan cinta sebagian besar dari cara kita memperlakukan pasangan kita. Jadi, jangan pernah bertengkar dengan pasangan di depan anak. Ini akan membuat mereka trauma akan pernikahan jika saatnya tiba nanti. Beri mereka rasa aman yang datang dari melihat ibu dan ayah mereka dalam hubungan yang saling berkomitmen dan saling mencintai satu sama lain.
  4. Kata-kata kasar dan kata-kata kritik Anda
    Jantung anak seperti semen basah yang akan mengeras seiring berjalannya waktu. Mereka akan mendasarkan rasa identitas, kemampuan dan harga diri mereka atas kata-kata yang Anda ucapkan kepada mereka di tahun-tahun formatif itu. Sebagai orang tua, pekerjaan kita adalah memperbaiki dan mendisiplinkan. Tapi, gunakanlah kata-kata penuh dengan cinta, dorongan dan penguatan positif dalam mendidik mereka. Jangan sesekali mengucapkan kata kasar atau kritik, apalagi mengatakan bodoh, nakal, bandel, dan kata negatif lain.
  5. Tradisi keluarga Anda
    Anak-anak mencintai spontanitas, tapi mereka juga memiliki kebutuhan mendalam untuk hal-hal yang bisa diramalkan. Mereka akan ingat dan sangat menyukai “tradisi” dalam keluarga, contohnya menonton film pada malam hari saat akhir pekan atau mengunjungi tempat tertentu untuk berlibur, merayakan ulang tahun dan acara khusus atau tradisi khusus lainnya.

Jadi, ciptakanlah tradisi khusus yang membuat mereka bahagia dan lebih mengakrabkan hubungan keluarga Anda. Ini juga bisa diterapkan oleh mereka saat anak-anak Anda telah memiliki keluarga sendiri. Mendidik anak memang gampang-gampang susah. Beda zaman maka beda pula cara mendidik ya. Bahkan, Pola Asuh Seperti Ini Tak Lagi Efektif untuk Anak Zaman Now dan orang tua juga harus ingat kekuatan ‘kepercayaan’ untuk Anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *