Ramadhan menjadi bulan penuh keberkahan, menjalani puasa di bulan ramadhan memang belum diwajibkan bagi anak usia dini. Namun sudah menjadi kewajiban orangtua mengenalkan makna puasa itu kepada anak.

Menanamkan konsep berpuasa pada anak tidak bisa spontan dan perlu pendekatan yang membuat anak tertarik berpuasa. Salah satu contoh dengan memberikan motivasi pada anak.

Melatih anak berpuasa tidak sebatas melatih anak bersabar tidak boleh makan dan minum sampai sore saja. Dengan mengajarkan anak berpuasa sejak usia dini tak hanya sekadar melatih sabar menahan lapar dan haus di siang hari.

Namun banyak manfaat lain yang bisa dirasakan saat berpuasa di bulan Ramadhan. Terlebih di dalam lingkup keluarga. Momen sahur dan berbuka puasa menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan keakraban dan ikatan emosional antara anak dan kedua orangtua.

Dikutip dari laman resmi Sahabat Keluarga Kemendikbud, mengajar anak berpuasa menjadi sarana orangtua melatih anak dalam lima hal berikut saat momen puasa Ramadhan:

  1. Melatih anak berbagi Saat berpuasa di bulan Ramadan, biasanya menjadi ajang bagi orangtua berlomba-lomba menebar kebaikan. Salah satunya adalah berbagi dengan sesama. Caranya, sesekali orangtua bisa mengajak anak atau memintanya untuk mengantar makanan kepada tetangga dekat rumah. Hal ini bertujuan anak memahami berbagi itu tak hanya dengan orang yang tidak mampu saja namun juga dengan masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggal juga tidak ada salahnya.
  2. Mengajar anak bersilaturahmi Jika pada hari biasa anak hanya pergi ke sekolah lalu pulang hanya bermain gawai di rumah, maka bulan Ramadan adalah saat tepat mengajarkannya bersilaturahmi, baik dengan tetangga sekitar rumah maupun sanak saudara yang jarang dikunjungi. Misalnya, di hari libur sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba orangtua bisa mengajak anak berkunjung ke rumah tetangga atau saudara. Selain bertujuan menjaga silaturami agar tetap terjalin juga bertujuan melatih anak bersosialisasi di luar rumah.
  3. Melatih lebih menghormati orang lebih tua Setiap sahur maupun buka puasa anak selalu bersama-sama kedua orangtua. Anak dapat diminta membantu orangtua menyiapkan makanan di meja makan dan tak lupa menyiapkan minum. Orangtua selalu dapat mengingatkan anak untuk terlebih dahulu menyiapkan makanan dan minuman untuk orangtua, sebelum untuk dirinya sendiri. Kebiasaan ini dapat menjadi salah satu cara membiasakan anak menghormati orang lebih tua.
  4. Melatih anak lebih disiplin Saat bulan Ramadan, waktu makan sahur dan waktu berbuka puasa sangat dibatasi. Anak diajak berpuasa di bulan Ramadan secara otomatis dilatih dalam disiplin sederhana pada saat makan. Selain itu anak juga dilatih dalam disiplin mengatur waktu; bangun sahur agar dapat menjalankan puasa lancar, waktu beribadah, waktu tetap sekolah, waktu belajar di rumah, waktu membantu orang tua dan lain sebagainya.
  5. Mengasah percaya diri anak Dapat menjalankan puasa dari pagi hingga petang dengan lancar dapat membuat kepercayaan diri anak menjadi bertambah. Dengan segala usaha anak menahan rasa haus itu membuat pikiran anak menjadi semakin positif. Mampu menahan godaan di siang hari yang terik hingga waktu berbuka puasa tiba membuat anak semakin yakin akan kekuatan dalam dirinya sendiri, menumbuhkan rasa bangga terhadap diri sendiri yang akan memicu rasa percaya diri anak menjadi semakin meningkat.

Sumber Artikel dan Photo : KOMPAS.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *