Pihak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berperan mencegah dan pemberantasan stunting pada anak anak. Sebab, ada anak-anak yang kekurangan gizi akibat lingkungan sekitar. Apalagi di lingkungan sekolah.

Biasanya saat jam istirahat anak-anak jajan makanan yang kurang baik bagi kesehatan. Tanpa anak didik sadari, jajan yang sering mereka makan di lingkungan sekolah tidak sehat.

Sumiyati, kepala PAUD Terpadu Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus, melakukan pengamatan terhadap anak-anak di lingkungan sekolahnya. Dia kemudian berpikir untuk membuat program makan bersama di sekolahan.

Pihaknya pun mengajak berdiskusi wali murid untuk menerapkan program makan bergizi di sekolah. Setelah persetujuan wali murid, menawarkan program tersebut.

Makanan yang dihidangkan untuk anak-anak tentunya sudah mencakup empat sehat lima sempurna. Kebersihannya juga tentunya terjaga. Untuk mengolah makanan, pihaknya mengambil tenaga dari orang tua murid.

”Program ini sudah berjalan sekitar dua tahun. Tapi, sebelum menerapkan program ini, saya sudah menerapkan program makan snack bersama. Snack yang dimaksud di sini adalah roti,” ungkapnya.

Sumiyati menuturkan, kali pertama menjalankan program makan bersama di sekolah ini, pihaknya banyak mengalami kendala. Apalagi yang dihadapi anak-anak yang belum banyak mengetahui makanan bergizi.

”Untuk mengatasi, saya dan guru-guru lain mengecek setiap tas anak-anak. Apakah anak-anak membawa jajan atau tidak. Jika membawa jajan otomatis akan diambil guru, supaya anak yang lain tidak rewel. Namun, dikembalikan saat jam pulang sekolah,” katanya.

Hal itu dimaksudkan agar orang tua tidak membawakan jajan kepada anak. Sebab, jajan yang dibawa tidak dimakan. ”Kan per cuma. Karena di sekolah sudah ada makan Bersama. Lebih baik tidak bawa jajan dari rumah,” terangnya.

Seiring berjalannya waktu, anak-anak tidak lagi membawa jajan. Anak-anak juga antusias mengikuti program ini. Meski demikian, pihaknya tetap ingin semakin meningkatkan kualitas program maupun menu makanan. Apalagi respon orang tua sangat senang dan mendukung. ”Dengan begitu, guru lebih mudah menjalankan program ini,” imbunya.

Rubrik ini adalah karya jurnalistik para penerima Beasiswa Anak Asuh – Sumbangsih Sosial Djarum Foundation. Diterbitkan atas kerja sama Radar Kudus, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FLKSA) Kabupaten Kudus dan Djarum Foundation. Para penerima beasiswa adalah anak asuh panti asuhan di Kudus yang mendapatkan beasiswa pendidikan penuh di SMK Binaan Djarum Foundation.

Sumber artikel dan photo : radarkudus.jawapos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *