Setiap orangtua memiliki gaya tersendiri dalam mengasuh, Serangkaian kata pasti diungkapkan orang tua untuk mendidik anak-anak mereka. Sayangnya, beberapa kata atau ungkapan sebenarnya tidak produktif di telinga anak-anak.

Tanpa disadari, ungkapan tersebut hanyalah reaksi emosional terhadap stres karena mengasuh anak-anak. Berikut adalah beberapa kata terburuk dan paling umum yang harus dihindari.

Kamu anak nakal
Ketika anak tidak menuruti keinginan Anda, orang tua mungkin merasa mereka benar-benar anak yang nakal. Ketika emosi meningkat, keinginan untuk mengatakan mereka sangat nakal menjadi sangat menarik.

Keinginan itu disebabkan oleh asumsi yang salah. Anak berperilaku tidak pantas karena berbagai alasan. Mengatakan bahwa mereka anak nakal dapat memicu perilaku yang lebih buruk dan sejumlah masalah psikologis termasuk depresi dan kecemasan.

Istilah “… atau yang lain…”
Kata-kata ini adalah jembatan yang buruk antara perilaku dan konsekuensi. Ini lebih sering terdengar kemarahan dan menunjukkan ancaman.

Padahal, ancaman adalah cara yang tidak efektif untuk orang tua dan umumnya pembuat ancaman jarang bersikap rasional. Konsekuensi harus secara logis terkait dengan perilaku, langsung dan diberikan dengan tenang, untuk mengubah pemikiran anak.

Jangan malu
Salah satu cara terbaik untuk mendorong anak ke arah gangguan kecemasan adalah dengan mendesak mereka untuk menjadi pemalu dan memaksa mereka untuk menyapa orang-orang yang dirasa tidak nyaman.

Dan ketika perintah orang tua untuk memeluk, berjabat tangan, atau mencium, itu pada dasarnya mengatakan “tubuh dan batas Anda tidak ada artinya dan dapat ditimpa oleh siapa pun yang memiliki otoritas lebih dari Anda.

Masuk ke kamarmu
Mengusir anak ke kamar mereka adalah hal terakhir yang ingin dilakukan orang tua. Padahal, ini tidak menjamin mereka merenungkan perilaku mereka. Taktik disiplin dengan memberi ruang mereka sendiri sebenarnya dilakukan untuk merefleksikan perilaku mereka dengan diberi ketenangan. Namun, sebaiknya jaga mereka tetap dekat dan tenang daripada menjauh.

Kenapa kamu tidak bisa seperti saudaramu
Persaingan saudara bisa sangat merusak dan hubungan dapat semakin tegang dengan tekanan kompetitif tambahan dari orang tua. Sebaiknya, orang tua mendorong permainan kooperatif yang menekankan pada kerjasama antara saudara.

Kalau kamu sayang ibu atau ayah
Kata-kata ini terlihat ada garis tipis antara rasa bersalah dan paksaan. Rasa bersalah adalah emosi yang perlu dan sehat untuk menggerakkan seseorang menuju perbaikan.

Rasa bersalah membutuhkan empati, jika mengancam dengan mempertanyakan ikatan cinta, dapat menggoyahkan rasa aman anak sehingga dapat menyebabkan rasa kecemasan dan perilaku yang lebih buruk.

Sumber artikel dan photo : www.medcom.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *