Gangguan tidur berjalan adalah gangguan yang menyebabkan seseorang berdiri dan berjalan sambil tidur. Pengidap gangguan ini biasanya tidak merespons dan mengingat apapun saat kejadian. Meski bisa dialami siapa saja, gangguan tidur berjalan rentan terjadi pada anak berusia 4 – 8 tahun.

Untuk para ibu, pernahkah Anda melihat anak tidur sambil berjalan? Ya, kondisi tersebut dikenal dengan nama Sleepwalking. Sleepwalking adalah sebuah kondisi di mana seseorang bangun dan berjalan saat sedang tidur. Kondisi ini, menurut para ahli termasuk gangguan tidur yang bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Bahkan kondisi tidur sambil berjalan sangat wajar dialami oleh anak.

Gangguan tidur berjalan disebabkan oleh banyak faktor, antara lain kurang tidur, kelelahan, stres, depresi, kecemasan, demam dan pengobatan yang sedang dijalani (seperti hipnotik jangka pendek). Gangguan ini juga bisa terjadi akibat masalah kesehatan seperti kelainan pernapasan saat tidur, narkolepsi, penyakit asam lambung, migrain, hipertiroidisme, stroke, cedera kepala dan restless legs syndrome. Si Kecil juga lebih rentan mengalami gangguan tidur berjalan jika ada anggota keluarga dengan riwayat yang sama.

Mengutip laman Kids Health, tidur sambil berjalan tidak berbahaya, Moms. Tapi yang berbahaya adalah jika anak tidur sambil berjalan dan melakukan sesuatu yang tidak mereka sadari, misalnya: berjalan ke luar rumah, membuka pintu rumah, jalan menuruni tangga, mengambil perabotan di dapur atau membuka jendela kamar.

Jika anak Anda sering mengalami sleepwalking, maka untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Anda bisa mengunci jendela dan pintu rumah Anda dan jangan meninggalkan kunci menempel di pintu atau jendela.

Selain itu, untuk mencegah anak terjatuh, jangan biarkan anak tidur di ranjang susun maupun tidur di kamar lantai dua. Pasanglah gerbang atau penghalang di depan pintu kamar anak jika memang diperlukan.

Anda juga bisa menyingkirkan benda-benda tajam yang mungkin dijangkau anak ketika mengalami sleepwalking.

Lalu bagaimana jika sleepwalking sudah menjadi kebiasaan anak? Perhatikan waktunya. Bila Anda bisa mengetahui kapan biasanya sleepwalking terjadi, coba bangunkan anak 15 sampai 30 menit sebelum periode ini. Saat Anda melakukan hal ini secara rutin, akan sangat besar kemungkinan, anak menghentikan gangguan tidur berjalan.

Atau bisa menggunakan cara yang bisa ibu lakukan untuk mencegah gangguan tidur berjalan pada Si Kecil. Di antaranya adalah:

Ajak Si Kecil tidur di waktu yang sama setiap malam. Lakukan rutinitas sebelum tidur seperti membacakan dongeng dan mendengarkan lagu yang menenangkan.

Buat situasi kamar Si Kecil kondusif dan nyaman. Pastikan keamanan Si Kecil dengan menutup pintu dan jendela di malam hari, menyingkirkan benda tajam dan mudah pecah di sekitar tempat tidur, serta menyimpan kunci di luar jangkauan Si Kecil.

Itulah fakta tentang gangguan tidur berjalan yang perlu diketahui. Kalau ibu memiliki pertanyaan lain seputar gangguan tidur berjalan, segera bertanya ke dokter Halodoc. Ibu bisa memanfaatkan fitur Contact Doctor untuk bisa menghubungi dokter kapan saja dan dimana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *