Tidur larut malam alias begadang sejatinya tidak baik dilakukan oleh orang dewasa, apalagi anak-anak. Namun, energi yang besar sering kali membuat anak susah tidur di malam hari. Sehingga pada saat pagi anak susah untuk dibangunkan untuk bersekolah atau melakukan aktivitas lainnya.

  1. Atur waktu tidur individual
    Anak-anak usia sekolah membutuhkan antara 9-11 jam tidur setiap malam, tetapi ada banyak variasi dalam kebutuhan dan pola tidur. Sebagian besar anak memiliki pola yang tidak banyak berubah, apa pun yang kamu lakukan. Ketahui seberapa banyak tidur yang dibutuhkan anak untuk bangun dengan segar dan mengatur waktu tidur yang tepat.
  2. Penuhi kebutuhan anak seperlunya
    Ketika anak terbangun di malam hari, hindari untuk memenuhi atau menyetujui permintaannya. Ketika ia mengajak bermain dan kamu menyetujuinya, anak akan terbiasa dan terus menerus mengulanginya. Perlu untuk tega melakukan ini agar ia memahami bahwa langit sudah gelap, pertanda semua orang harus tidur. Lain cerita bila ia terbangun karena ingin buang air kecil atau haus, kebutuhan ini harus dipenuhi segera.
  3. Bacakan dogeng
    Bangun Imajinasi dengan dongeng, anak usia balita mampu belajar cepat dan kreatif. Di malam hari, ia akan senang didongengi apa saja karena dengan begitu anak akan membangun imajinasinya. Sebelum bercerita, sebaiknya posisikan anak senyaman mungkin dalam keadaan duduk atau berbaring. Berikan bantal empuk untuk sandarannya. Ceritakan dengan nada suara menenangkan. Mungkin satu cerita pendek tidak cukup. Agar mengerti batasan, katakan pada si batita bahwa setiap malam maksimal hanya 2 atau 3 dongeng yang diceritakan. Beberapa menit kemudian anak pasti akan mengantuk.
  4. Buat rutinitas tidur yang konsisten
    Rutinitas sangat penting bagi bayi, balita dan anak-anak prasekolah. Melakukan hal-hal tertentu sebelum tidur, seperti waktu mandi atau cerita, memberi sinyal kepada anak atas apa yang akan terjadi selanjutnya. Mengetahui apa yang terjadi selanjutnya adalah mengatur suasana tidur yang sempurna. Tak lama, tubuh anak mungkin secara otomatis mulai mengantuk pada awal rutinitas mereka.
  5. Matikan TV setidaknya dua jam sebelum tidur
    Penelitian telah menunjukkan bahwa cahaya dari layar televisi, telepon, atau monitor komputer dapat mengganggu produksi hormon melatonin. Melatonin adalah bagian penting dari siklus tidur-bangun. Ketika kadar melatonin berada pada titik tertinggi, kebanyakan orang mengantuk dan siap untuk tidur. Hanya setengah jam TV atau waktu layar lainnya sebelum tidur dapat mengganggu itu cukup untuk menjaga anak kamu dua jam ekstra. Jadikan kamar tidur zona bebas layar atau setidaknya pastikan semua layar benar-benar gelap sejak tidur.
  6. Atur suhu ruangan
    Siklus tidur anak kamu tidak hanya tergantung pada cahaya. Ini juga sensitif terhadap suhu. Kadar melatonin membantu mengatur penurunan suhu tubuh internal yang diperlukan untuk tidur, tetapi kamu dapat membantu mengatur suhu eksternal. Suhu kamar khas atau sedikit lebih dingin lebih baik untuk memposisikan tidur nyenyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *