Anak Anda suka permen? Wajar saja, Moms. Kebanyakan anak di dunia ini mungkin memang menyukai benda kecil penuh warna yang umumnya memiliki rasa manis ini.

Tak heran kalau ditawari permen, anak biasanya langsung merasa senang dan tidak menolak.

Di sinilah lantas muncul masalah. Karena bisa saja, permen yang anak terima ternyata bisa menyakirtinya! Pernah dengar kan, soal permen yang mengandung zat berbahaya atau narkotika, Moms? Ngeri, ya!

Lantas, bagaimana kita bisa menghindari anak-anak tercinta dari permen yang mengandung bahaya? Berikut,6 tips yang bisa Anda coba:

Jangan biarkan anak-anak Anda makan permen (atau makanan apa pun) sebelum Anda memeriksanya. Beri tahu anak mengenai ‘aturan main ini’ tapi jelaskan dengan bahasa yang sederhana, tenang dan tidak mengancam.

Bila hendak berpergian, selalu bawa camilan favorit anak dari rumah. Bila sudah puas dengan camilan favoritnya, anak mungkin tidak akan terlalu tergoda bila ditawari permen oleh orang. Hal ini berlaku juga saat anak sekolah ya, Moms. Bawakan bekal untuk anak, termasuk bekal camilan.

Bila perlu memeriksa, periksalah permen di bawah cahaya terang. Pertama, periksa kemasannya. Pastikan apakah permen memiliki izin BPOM dan belum melewati tanggal kedaluwarsa. Periksa juga, apakah kemasannya masih utuh, apakah ada robek atau bolong, apakah kotak atau kemasan pembungkusnya tampak tidak asli atau sudah diganti, hingga siapa produsennya.

Jika permen yang Anda periksa tidak terlihat atau terasa benar, buang saja. Tidak usah merasa sayang, Moms, lebih baik pilih jalan aman daripada menyesal.

Ingatlah untuk tidak membiarkan anak makan terlalu banyak permen sekaligus! Tetapkan beberapa pedoman makan permen untuk anak-anak Anda agar mereka tidak sakit perut.

Jika Anda menemukan permen atau permen berbahaya yang telah dirusak, hubungi polisi segera dan laporkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *