Sekilas memang tampak mudah dan sepele. Akan tetapi, jangan asal-asal saat memberikan makanan bergizi untuk anak. Berikut aturan penting yang harus dipahami para orangtua:

Semakin beragam jenis makannya, semakin banyak nutrisi yang didapat
Jika Anda sedang berbelanja bahan makanan sehat untuk anak, jangan membeli bahan yang itu-itu saja. Semakin banyak variasi makanan yang dikonsimsi si kecil, maka akan semakin banyak zat gizi yang ia dapat.

Pasalnya, tidak ada makanan yang paling sempurna yang bisa memenuhi kebutuhan gizinya. Selain mencukupi kebutuhan gizi hariannya, mengombinasikan berbagai variasi menu makanan juga mencegah timbulnya rasa bosan pada si kecil.

Sebab jika sudah terlanjur bosan, bisa saja anak malah menjadi mogok atau malas makan. Jadi, usahakan untuk membeli dan menyiapkan bahan makanan yang berbeda setiap minggunya agar menu makanan anak senantiasa berbeda-beda.

Biasakan anak untuk sarapan setiap hari
Sarapan sangatlah penting karena menyumbang sejumlah energi untuk mendukung aktivitas anak sejak pagi hari. Terlebih karena mulai dari pagi hari, anak sudah membutuhkan banyak energi untuk beraktivitas dan belajar di sekolah.

Nah, apa jadinya bila anak berangkat ke sekolah dengan keadaan perut yang kosong dan keroncongan? Alih-alih lebih fokus saat belajar, anak bisa saja jadi susah berkonsentrasi dan menyerap pelajaran karena tubuhnya yang lemas.

Selain itu, sarapan juga membantu memberikan sedikit cadangan energi sebelum nantinya diisi penuh saat jam makan siang anak.

Buat waktu makan sebagai prioritas
Sedari kecil, jangan biasakan anak makan sembari mengejarkan aktivitas lain. Entah itu bermain, mengutak-atik gadget, atau menonton TV. Hal tersebut bisa membuatnya kurang fokus saat makan, bahkan menjadi kebiasaan buruk hingga dewasa kelak.

Jadikan waktu makan sebagai rutinitas penting untuk membangun kebiasaan yang lebih sehat. Selain menyajikan beragam sumber makanan sehat untuk anak, biasakan juga ia makan bersama anggota keluarga lainnya di meja makan.

Menghabiskan waktu makan bersama anak seperti ini bisa menjadi kesempatan baik untuk memantau kebiasaan makan hariannya. Anda bisa menanyakan mengenai makanan dan jajanan apa saja yang dimakan anak seharian ini, dan ingatkan mengenai baik buruknya konsumsi makanan tersebut.

Bahkan, cara seperti ini bisa membangun interaksi yang semakin kuat antar anggota keluarga. Jangan lupa untuk memberikan contoh yang baik selama makan, jika Anda ingin si kecil menerapkan kebiasaan makan yang baik sejak dini.

Libatkan anak lebih sering saat memilih asupan makannya
Di awal, anak mungkin lebih tertarik untuk memilih jenis makanan yang kurang sehat tapi enak baginya. Tugas Anda di sini adalah membantu anak untuk memilah-memilah jenis makanan mana yang baik dan kurang baik untuk dikonsumsi.

Ajari juga anak untuk membaca label makanan sebelum membelinya. Tujuannya agar mereka tahu apa saja kandungan gizi yang ada di dalam makanan yang dipilihnya tersebut.

Batasi konsumsi gula, garam, dan lemak dalam sehari sesuai aturan
Meski dibutuhkan oleh tubuh, tapi asupan gula, garam, dan lemak harian tidak boleh terlalu berlebihan atau bahkan kekurangan. Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan aturan mengenai hal tersebut dalam Permenkes Nomor 30 Tahun 2013.

Idealnya, konsumsi gula sehari maksimal sebanyak 50 gram atau sekitar 4 sendok makan. Sementara garam sebaiknya tidak lebih dari 5 gram atau setara dengan 1 sendok teh per hari.

Begitu pula dengan lemak yang tidak boleh lebih dari 67 gram per hari atau setara dengan 5 sendok makan. Jumlah tersebut sudah termasuk yang terkandungan dalam makanan maupun minuman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *