Madu menjadi konsumsi wajib sehari-hari karena khasiat dan manfaatnya. Tentu saja karena cairan yang menyerupai sirup namun lebih kental dan berasa manis ini telah dikonsumsi manusia sejak zaman dahulu.

Sebagian orang hampir pasti mengetahui tentang madu. Madu dihasilkan oleh lebah dari nektar bunga. Sejak ribuan tahun silam madu sudah dikenal masyarakat sebagai obat bagi beragam penyakit. Konon para atlet Romawi dan Yunani Kuno meminum madu sebelum dan sesudah bertanding sebagai obat untuk memulihkan energi.

Madu bekerja dengan cara melapisi membran mukosa yang meradang dan menenangkan bagian belakang tenggorokan. Sedangkan rasa manisnya mampu mengurangi dahak sehingga keinginan batuk juga mereda.

Anak yang kesulitan tidur karena sakit batuk juga bisa terbantu dengan madu. Menurut hasil studi dari Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine, pemberian 1 dosis madu 30 menit sebelum jam tidur anak bisa terhindar batuk saat tidur dan bisa terlelap dengan lebih nyenyak.

Baru-baru ini para ilmuwan dari Israel menemukan kalau beberapa jenis madu mengandung antioksidan berbeda seperti vitamin C. Di samping dapat menguatkan sistem imun tubuh, sifat antimikrobanya juga efektif untuk melawan virus dan bakteri penyebab ketidaknyamanan serta iritasi.

Ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa madu dapat digunakan sebagai obat untuk mengobati serangan demam dan batuk untuk anak-anak.

Penelitian itu dilakukan pada tahun 2016, kemudian diterbitkan dalam jurnal Pediatric Child Health. Madu dipercaya dapat mencegah pertumbuhan bakteri, virus dan ragi, serta mengurangi peradangan.

Karena di saat batuk, pasti tenggorokan rasanya gatal dan ini membuat anak jadi rewel. Dengan memberikan madu pasti menimbulkan efek menenangkan karena sifar antioksidan.
Studi lain yang diterbitkan pada tahun 2014 di jurnal Canadian Family Physician juga pernah meneliti manfaat madu yang dianggap dapat mengobati batuk dan pilek. Ini menunjukkan bahwa satu dosis madu dapat mengurangi sekresi lendir dan mengurangi batuk pada anak-anak.

Dalam studi tersebut, madu yang dicampurkan pada teh hitam hangat atau air hangat biasa dapat melepaskan sifat antioksidan. Ini fungsinya dapat meningkatkan pelepasan sitokin, yang mungkin memiliki efek antimikroba.

Namun pada dasarnya madu bukanlah obat yang disarankan atau ramuan untuk bayi. Ada laporan kasus botulisme atau keracunan karena gangguan pencernaan pada bayi.

Untuk mengetahui apakah madu benar-benar seefektif seperti yang dikenal banyak orang selama ini, Ahli Gizi Dhvani Shah mengatakan, madu dapat digunakan sebagai bahan alami untuk meringankan gejala batuk saja. Tapi saat dikombinasi dengan rempah-rempah atau herbal lain, hasilnya akan lebih baik.

Misalnya ketika anak mengalami batuk kering, kombinasi madu dan jahe bekerja dengan baik. Tetapi si kecil mengalami batuk berdahak, buatlah ramuan madu dengan sejumput kunyit. Berikan ramuan ini sampai batuk mereda.

“Madu selalu berfungsi dengan baik bila dikombinasi dengan beberapa herbal dan itu sudah terbukti,” ujar Dhvani, dilansir Thehealthsite.

Sumber artikel dan photo : beritabeta.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *