Setiap anak pasti memiliki naluri kedekatan pada orang tuanya, begitu pula dengan anak laki laki perlu dekat dengan ibunya, dampak positif bagi anak laki-laki yang dekat dengan ibunya. Walaupun sebutan “Anak Mama” seringkali terdengar negatif, sebenarnya kedekatan si Buyung dengan ibunya akan membawa banyak keuntungan baginya kelak di usia dewasa. Beberapa di antaranya adalah:

Kecerdasan emosi dan empati
Kedekatan dengan Ibu membuat anak bebas mengenali, dan mengekspresikan emosinya. Kelak ia pun lebih tahu rasa tidak nyaman apa yang ia rasakan. Begitu pula ketika melihat orang lain merasakan emosi tertentu, ia akan mudah berempati karena memahami bagaimana perasaan orang lain tersebut.

Menjadi pasangan yang penuh empati pada keluarga
Menurut Dr William Pollack, seorang professor psikologi dari Universitas Havard, anak laki-laki yang dekat dengan ibunya tidak akan enggan untuk membantu pekerjaan rumah tangga seperti memasak, membersihkan dan mengganti popok bayi tanpa mengernyitkan mata. Selanjutnya, mereka juga punya kesempatan lebih sukses dalam pekerjaan…

Memiliki kesempatan sukses dalam pekerjaan
Kondisi ekonomi saat ini lebih menyukai pekerja dengan kemampuan komunikasi yang kuat dan kecerdasan emosi yang tinggi; dibanding kemampuan fisik atau kepemimpinan ala pejuang.

Memiliki paham yang seimbang tentang maskulinitas
Anak-anak yang biasa dekat dengan ibunya akan memiliki pandangan yang berbeda tentang maskulinitas. Mereka memandang sifat ini dengan lebih seimbang; dan tentu saja jauh dari pandangan bahwa menjadi laki-laki itu harus selalu terlihat kuat, tahan banting, memilik tingkat emosi yang rendah dan tidak boleh menangis.

Kesempatan mendapat nilai akademik yang lebih baik
Sebuah penelitian yang melibatkan 400 anak di usia sekolah menengah pada sebuah sekolah umum di New York mengindikasikan bahwa anak laki-laki yang memiliki kedekatan jalinan dengan ibunya terbukti menjadi anak tidak mudah cemas, dan depresi. Selain itu mereka mendapat nilai yang lebih baik di bidang akademik, dibanding teman sebayanya yang tidak memiliki kedekatan hubungan dengan ibu-ibu mereka.

Oke ya…. untuk para orang tua, jadi jauhkanlah pemikiran bahwa anak laki-laki tidak boleh jadi “Anak Mama”. Apapun gender anak kita, mereka harus dekat dengan kita sebagai orangtuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *