Anak memang cenderung memiliki perilaku buruk seperti rewel, nakal dan kerap kali membangkang. Sebenarnya tak masalah jika membiarkan anak aktif, namun Anda perlu memberikan pengertian bahwa ia tidak bisa bersikap sesuka hatinya.

Ternyata, ada banyak hal yang kerap dilakukan dan menjadi penyebab anak nakal. Jangan sampai Anda mengulangi hal-hal ini ya.

  1. Langsung bereaksi
    Langkah pertama yang perlu dilakukan yakni tidak langsung bereaksi saat anak melakukan sesuatu yang buruk. Selama ini banyak orangtua yang cenderung langsung bereaksi dan biasanya reaksinya negatif seperti marah. Padahal perilaku buruk anak biasanya hanya caranya untuk mencari perhatian.
    Dengan tetap tenang dan diam, ia akan merasa bahwa dengan diam ia akan menyelesaikan masalahnya. Jadi, berikan contoh yang baik untuk si kecil.
  2. Memberi label pada anak
    Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan oleh orangtua adalah memberikan label. Anda kerap menganggap anak memiliki kebiasan buruk misalnya anak cengeng atau anak nakal. Nada positif dan dorongan positif akan membantunya untuk mengusir perilaku buruk tersebut. Saat anak melakukan hal yang nakal misalnya membuat kamar berantakan, Anda perlu mendorongnya untuk bisa membereskan sendiri.
  3. Tidak menjadi contoh Jika ingin punya anak berperilaku baik, tentu Anda perlu memberikan gambaran pada si kecil bagaimana caranya bersikap dengan baik. Di usia 4 hingga 5 tahun, anak masih belum memahami mana yang baik dan tidak. Jadi, ketika ada sesuatu yang terjadi buatlah hal yang seharusnya dilakukan oleh si kecil. Misalnya saat marah, jangan sering memberikan contoh buruk seperti berkata kasar. Hal ini akan membuat anak mengikuti kebiasaan marah-marah tersebut.
  4. Tidak memedulikan perasaan anak
    Anak berperilaku buruk disebabkan oleh banyak hal. Bisa jadi ada hal yang tidak bisa anak ungkapkan sehingga membuat ia cenderung melampiaskannya dengan hal buruk. Untuk itu, ada baiknya Anda sedikit terbuka terhadap perasaan anak.
    Anda perlu memahami apa yang anak rasakan dan membantunya menyelesaikan masalah yang ia alami.
  5. Tidak konsisten dengan aturan
    Biasanya Anda akan membuat aturan umum seperti batas menonton televisi.
    Anak akan berperilaku lebih baik jika ia mengalami hal ini secara konsisten. Jangan sampai aturan dapat berubah-ubah dan membuat anak merasa bahwa melanggar aturan adalah hal yang sah-sah aja. Kebiasaan ini sangat rentan menjadi penyebab anak nakal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *