Masa anak-anak adalah periode di mana sistem imunitas tubuh masih terus berkembang. Fakta inilah yang menjelaskan mengapa anak-anak lebih rentan terserang penyakit.

Terkadang beberapa penyakit lebih bersifat mematikan bagi anak-anak daripada orang dewasa. Untuk itu, kepekaan orang tua sangatlah penting. Yaitu agar tidak menyepelekan jika ada gejala-gejala penyakit pada anak dan segera mencari pertolongan medis jika anak menunjukkan gejala kurang sehat.
Nah, berikut adalah beberapa penyakit paling mematikan bagi anak-anak yang perlu diwaspadai.

1.Pneumonia
Pneumonia merupakan suatu kondisi di mana kantung udara di paru-paru meradang dan terisi dengan cairan, pneumonia biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Meskipun pneumonia bisa berakibat fatal pada semua umur, akan tetapi di seluruh dunia pneumonia lebih mematikan bagi anak-anak di bawah lima tahun.

Gejalanya meliputi batuk, sulit bernapas, demam, kehilangan nafsu makan, dan nyeri dada. Kondisi ini biasanya dapat diobati secara efektif dengan antibiotik. Faktor risiko penyebab pneumonia adalah malnutrisi dan polusi udara.

2.Diare
Diare disebabkan oleh infeksi usus dan umumnya disebabkan oleh patogen, seperti rotavirus dan bakteri E. coli. Infeksi menyebar melalui air dan makanan yang terkontaminasi dan dapat juga ditularkan dari orang ke orang. Diare menyebabkan dehidrasi parah, yang dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani.

Anak-anak yang kekurangan gizi, dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sangat rentan terkena diare. Kasus diare paling lazim terjadi di daerah dengan sanitasi dan kebersihan yang buruk, serta kurangnya akses ke air bersih.

Untuk mengatasi ini, Glaxo Smith Kline kemudian bermitra dengan organisasi anak, seperti Save the Children untuk melatih lebih dari 43 ribu petugas kesehatan di 16 negara, untuk mengobati anak-anak yang mengalami diare dan mengatasi kekurangan gizi yang dialami anak-anak. Selain itu, tahun 2016, GSK memberikan lebih dari 35 juta dosis vaksin terhadap rotavirus gastroenteritis.

3.Malaria
Malaria adalah penyakit tropis yang disebabkan oleh parasit dan disebarkan oleh gigitan nyamuk. Gejala penyakit ini, yaitu suhu tinggi, berkeringat dan menggigil, sakit kepala, muntah, nyeri otot, dan diare. Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis di mana nyamuk banyak ditemukan, terutama negara-negara Afrika di selatan gurun Sahara dan sebagian Asia Selatan.

Untuk mengatasi kasus ini, sudah sejak satu abad terakhir GSK terus berusaha membuat vaksin malaria yang bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) dan terus berusaha mengembangkan obat-obatan baru untuk mengobati dan mencegah penyakit malaria.

4.Meningitis
Meningitis merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya infeksi pada lapisan tipis yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, yang disebut meninges. Ada dua penyebab penyakit ini, yaitu bakteri dan virus. Bakteri bertanggung jawab atas sebagian besar kematian akibat penyakit.

Kematian dapat terjadi dalam 24-48 jam setelah timbulnya gejala, yang meliputi leher kaku, demam tinggi, sensitivitas terhadap cahaya, kebingungan, sakit kepala, dan muntah. Meningitis akibat bakteri dapat diobati dengan antibiotik dan vaksin juga tersedia.

Kendati demikian, walaupun telah ditangani dengan perawatan terbaik, masih banyak anak dengan meningitis yang kemudian mengalami kematian. Bahkan menurut data World Health Organization, kematian balita akibat meningitis di tahun 2015 adalah berjumlah 116.000 orang.

5.HIV
Virus HIV menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Jika dibiarkan berkembang, HIV dapat menyebabkan AIDS, yang hampir selalu berakibat fatal. Virus ini ditularkan melalui cairan tubuh, dan metode penularan yang paling umum adalah melalui kontak seksual, meskipun juga dapat ditularkan melalui peralatan yang digunakan secara bersama-sama, seperti jarum suntik.

Seorang perempuan yang terinfeksi HIV dapat menularkannya kepada bayinya selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. HIV tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, obat antiretroviral dapat menghentikan perkembangan virus, sehingga orang yang terinfeksi HIV yang sudah diobati dengan antiretroviral, kemungkinan besar dapat terhindar dari AIDS. Menurut data World Health Organization (WHO) kematian balita akibat HIV di tahun 2015 berjumlah 87 ribu orang.

Demikian tadi beberapa penyakit mematikan bagi anak-anak. Salah satu cara untuk mencegah akibat fatal dari penyakit-penyakit di atas adalah dengan segera mencari pertolongan apabila anak menunjukkan tanda-tanda adanya masalah kesehatan.

Sumber artikel dan photo : www.idntimes.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *